Laman

Sabtu, 21 Februari 2015

KAPAN WAKTU MINUM OBAT

Kapan waktu minum obat yang tepat

Kali ini aku coba sajikan tulisan ringan tentang kapan waktu minum obat yang tepat. Semoga bermanfaat. Untuk mendapatkan efek obat yang optimal, obat harus diminum pada waktu yang tepat. Tepat bisa terkait dengan sebelum atau sesudah makan, atau terkait dengan waktu pagi, siang, atau malam. Beberapa obat mungkin bisa diminum setiap saat tanpa mempengaruhi efeknya, sedangkan obat lain sebaiknya diminum pada saat-saat tertentu. Mengapa ada obat yang harus diminum sebelum atau sesudah makan? Pada umumnya orang berpendapat bahwa sebaiknya sebelum minum obat harus makan dulu sebagai “alas”. Tapi benarkah demikian ? Tidak, begini penjelasannya.
Obat adalah suatu senyawa kimia yang memiliki aneka sifat dan efek. Ketika obat diminum, tentu akan melewati lambung dan masuk ke dalam usus. Sebagian kecil obat diserap di lambung, dan sebagian besar adalah di usus halus yang permukaannya sangat luas. Pada dasarnya obat-obat dapat diserap dengan baik dan cepat jika tidak ada gangguan di lambung maupun usus, misalnya berupa makanan. Obat dapat berinteraksi dengan makanan. Uniknya, ada obat-obat yang penyerapannya terganggu dengan adanya makanan, ada yang justru terbantu dengan adanya makanan, dan ada yang tidak terpengaruh dengan ada/tidaknya makanan. Hal ini akan menentukan kapan sebaiknya obat diminum, sebelum atau sesudah makan. Tapi jangan salah, yang dimaksud dengan sebelum makan adalah ketika perut dalam keadaan kosong. Sedangkan sesudah makan adalah sesaat sesudah makan, ketika perut masih berisi makanan, jangan lewat dari 2 jam. Kalau lebih dari dua jam setelah makan, makanan sudah diolah dan diserap, kondisinya bisa disamakan dengan sebelum makan. Antibiotika eritromisin dan amoksisilin misalnya, dan analgetika parasetamol, akan diserap lebih baik jika tidak ada makanan, sehingga lebih baik jika diminum sebelum makan. Sedangkan obat anti epilepsi fenitoin, atau obat hipertensi propanolol misalnya, akan terbantu penyerapannya dengan adanya makanan, sehingga sebaiknya diminum sesudah makan. Selain interaksi dengan makanan secara umum, obat tertentu dapat berinteraksi secara khusus dengan senyawa tertentu dari makanan. Contoh terkenal adalah antibiotika tetrasiklin. Tetrasiklin dapat berikatan dengan senyawa kalsium membentuk senyawa yang tidak dapat diserap oleh tubuh, sehingga mengurangi efek tetrasiklin. Jadi jika tetrasiklin diminum bersama susu, atau suplemen vitamin-mineral yang mengandung kalsium, efek tetrasiklin bisa jadi berkurang. Selain tetrasiklin, ada juga antibiotika golongan kuinolon, seperti siprofloksasin, ofloksasin, yang juga bisa mengikat logam-logam bervalensi dua atau tiga, seperti kalsium, magnesium, dan aluminium. Karena itu, sebaiknya tidak minum obat ini bersama-sama dengan obat-obat yang mengandung logam2 tersebut seperti pada komposisi obat maag (antasid). Jika terpaksa harus menggunakan obat maag (antasid) bersamaan dengan antibiotika tetrasiklin atau golongan kuinolon, sebaiknya diberi selang waktu sedikitnya 2 jam.
Selain interaksinya dengan makanan, sifat suatu obat juga menentukan kapan sebaiknya obat diminum. Beberapa obat tertentu dapat mengiritasi lambung sehingga menyebabkan tukak lambung, atau memperparah sakit maag. Contoh terkenal obat yang termasuk golongan ini adalah aspirin/asetosal, kortikosteroid (deksametason, hidrokortison, dll), dan obat-obat antiradang seperti diklofenak, piroksikam, dll yang sering digunakan untuk obat rematik. Obat-obat ini harus diminum sesudah makan.
Kapan sebaiknya minum obat: pagi, siang atau sore/malam?Waktu terbaik untuk minum obat tergantung pada jenis obatnya. Di bawah ini adalah waktu minum obat berdasarkan golongan penggunaannya.
1. Obat diabetes dan penguat jantungWaktu yang terbaik adalah pukul 4:00 – 5:00 pagi.  Tubuh manusia paling sensitif terhadap insulin pada pukul 4-5 pagi, sehingga jika diberikan pada saat itu, efeknya paling baik, walaupun dalam dosis lebih kecil. Efek obat penguat jantung juga lebih tinggi sampai 10-20 kali pada jam tersebut dibandingkan waktu-waktu yang lain. Hal ini karena tubuh manusia juga paling sensitif terhadap digitalis. Ini secara teoritis, mungkin pada prakteknya bisa sedikit bergeser waktunya, misalnya pukul 6 pagi.
2. Obat diuretik (pelancar air seni)Paling baik digunakan pada pukul 7 pagi. Sangat penting untuk menggunakan obat pelancar seni pada waktu yang tepat karena itu terkait dengan fungsi ginjal dan hemodinamik. Selain itu juga pada umumnya pasien dalam keadaan terjaga, sehingga tidak mengganggu waktu tidur. Obat seperti hidroklortiazid memiliki efek samping yang lebih rendah jika dipakai pada pukul 7 pagi.
3. Penurun tekanan darah (anti hipertensi)Waktu yang paling baik adalah pada pukul 9-11 pagi. Riset menunjukkan bahwa tekanan darah mencapai angka paling tinggi pada pukul 9-11 pagi, dan paling rendah pada malam hari setelah tidur. Sehingga secara umum, sebaiknya obat antihipertensi diminum pada pagi hari. Perlu hati-hati jika obat anti hipertensi diminum malam hari karena mungkin terjadi penurunan tekanan darah yang berlebihan pada saat tidur.
4. Anti asma Waktu yang terbaik adalah pada pukul 3-4 sore. Hal ini karena pada saat itu produksi steroid tubuh berkurang, dan mungkin akan menyebabkan serangan asma pada malam hari. Karena itu, jika steroid dihirup sore hari, diharapkan akan mencegah serangan asma pada malamnya.
5. Anti anemiaWaktu yang paling baik adalah pukul 8 malam. Penggunaan obat anemia seperti Fe glukonat atau Fe sulfat, dll memberikan efek 3-4 kali lebih baik pada waktu itu daripada jika diberikan pada siang hari.
6. Obat penurun kolesterolWaktu yang paling baik adalah pada pukul 7-9 malam, karena memberikan efek lebih baik.
Namun sekali lagi, paparan di atas adalah panduan umum waktu minum obat. Jika sudah ada aturan pakai dari Apotek, maka gunakan sesuai waktu yang dianjurkan. Satu hal lagi yang penting dalam waktu minum obat adalah interval minum obat.
Perhatikan interval waktu minum obatSelain waktu minum seperti dipaparkan di atas, penting pula memperhatikan interval waktu minum obat. Maksudnya, jika obat diminta untuk diminum 2 kali sehari, maka interval waktu yang tepat adalah 12 jam. Jadi, jika obat diminum jam 7 pagi, waktu minum obat selanjutnya adalah pukul 7 malam, jangan diminum pagi dan siang. Mengapa? Ini terkait dengan ketersediaan obat di dalam tubuh. Tujuan obat diminum dua kali atau tiga kali, atau yang lain, adalah untuk menjaga agar kadar obat dalam tubuh berada dalam kisaran terapi, yaitu kadar obat yang memberikan efek menyembuhkan. Hal ini tergantung pada sifat dan jenis obatnya. Ada obat yang cepat tereliminasi dari tubuh karena memiliki waktu-paro (half life) pendek, ada yang panjang. Obat yang memiliki waktu paro pendek perlu diminum lebih kerap, sedangkan jika waktu paronya panjang bisa diminum dengan interval lebih panjang, misalnya 1 kali sehari. Nah, jika obat yang mestinya diminum 2 kali sehari diminum pagi dan siang (jarak hanya 6 jam), maka mungkin dapat menumpuk kadarnya dalam tubuh yang bisa memberikan efek tidak diinginkan, sementara interval waktu minum berikutnya menjadi terlalu panjang yang memungkinkan kadar obat dalam darah sudah minimal sehingga tidak berefek.

KAPSUL DAN TABLET

BENTUK OBAT


1. Obat Tablet         

Tablet adalah sedian farmasi yang padat, berbentuk bundar dan pipih atau cembung rangkap. Bentuk ini paling banyak beredar di Indonesia disebabkan karena bentuk “tablet” adalah bentuk obat yang praktis dan ekonomis dalam produksi, penyimpanan dan pemakaiannya. Pembuatan tablet ini selain diperlukan bahan obat juga diperlukan zat tambahan, yaitu : – Zat pengisi untuk memperbesar volume tablet. Misalnya : saccharum Lactis, Amylum Manihot, Calcii Phoshas, Calcii Carbonas dan zat lain yang cocok. – Zat pengikat ; dimaksudkan agar tablet tidak pecah atau retak, dapat merekat. Biasanya digunakan mucilage Gummi Arabici 10-20 % (panas), Solution Methylcelloeum 5 % – Zat penghancur, dimaksudkan agar tablet dapat hancur dalam perut. Biasanya digunakan : Amylum Manihot kering, Gelatinum, Agar- agar, Natrium Alginat – Zat pelicin, Dimaksudkan agar tablet tidak lekat pada cetakan. Biasanya digunakan Talcum 5 %, Magnesii Streras, Acidum StrearicumØ Jenis –jenis tablet
a) Tablet Biasa
       Yaitu tablet yang dicetak, tidak disalut diabsorpsi disaluran cerna dan pelepasan obatnya cepat untuk segera memberikan efek terapi. Contoh : tablet paracetamol.
b) Tablet Kompresi
      Adalah tablet yang dibuat dengan sekali tekanan menjadi berbagai bentuk tablet dan ukuran, biasanya kedalam bahan obatnya diberi tambahan sejumlah bahan pembantu. Contohnya : Bodrexin.
c) Tablet Kompresi Ganda
      Adalah tablet kompresi berlapis, dalam pembuatannya memerlukan lebih dari satu kali tekanan. Contohnya : Decolgen 
.

a) Tablet Biasa       Yaitu tablet yang dicetak, tidak disalut diabsorpsi disaluran cerna dan pelepasan obatnya cepat untuk segera memberikan efek terapi. Contoh : tablet paracetamol.b) Tablet Kompresi       Adalah tablet yang dibuat dengan sekali tekanan menjadi berbagai bentuk tablet dan ukuran, biasanya kedalam bahan obatnya diberi tambahan sejumlah bahan pembantu. Contohnya : Bodrexin. c) Tablet Kompresi Ganda      Adalah tablet kompresi berlapis, dalam pembuatannya memerlukan lebih dari satu kali tekanan. Contohnya : Decolgen .


a) Tablet Biasa       Yaitu tablet yang dicetak, tidak disalut diabsorpsi disaluran cerna dan pelepasan obatnya cepat untuk segera memberikan efek terapi. Contoh : tablet paracetamol. b) Tablet Kompresi       Adalah tablet yang dibuat dengan sekali tekanan menjadi berbagai bentuk tablet dan ukuran, biasanya kedalam bahan obatnya diberi tambahan sejumlah bahan pembantu. Contohnya : Bodrexin. c) Tablet Kompresi Ganda       Adalah tablet kompresi berlapis, dalam pembuatannya memerlukan lebih dari satu kali tekanan. Contohnya : Decolgen .

Tablet kempa atau cetak bentuk kecil umumnya silindris dan biasanya mengandung sejumlah kecil obat keras . Sudah jarang ditemukan. e) Tablet Hipodermik       Tablet yang dibuat dari bahan yang mudah larut atau melarut sempurna dalam air. Dulu untuk membuat sediaan injeksi hipodermik, sekarang diberikan secara oral. Contoh: Atropin Sulfat Dikehendaki efek cepat (tidak lewat hati). Digunakan dengan meletakkan tablet di bawah lidah. Contoh: Tablet Isosorbit dinitrat, Nitroglicerin.

g) Tablet Bukal

       Tablet yang digunakan dengan meletakkan di antara pipi dan gusi. Contoh : Progesteron

h) Tablet Efervescen        Yaitu tablet berbuih dilakukan dengan cara kompresi granulasi yang mengandung garam-garam effer adalah bahan bahan lain yang mampu melepaskan gas ketika bercampur dengan air. Harus dikemas dalam wadah tertutup rapat atau kemasan tahan lembab. Pada etiket tertulis “tidak untuk langsung ditelan”. Contohnya: CDR. i) Tablet Diwarnai Coklat        Tablet ini menggunakan coklat untuk menyalut dan mewarnai tablet, misalnya dengan menggunakan oksida besi yang dipakai sebagai warna tiruan coklat. j) Tablet Kunyah       Tablet yamg cara penggunaannya dikunyah. Meninggalkan sisa rasa enak di rongga mulut, mudah ditelan, tidak meninggalkan rasa pahit, atau tidak enak. biasa digunakan untuk tablet anak atau pada beberapa multivitamin. Contohnya: Fitkom, Antasida k) Tablet Salut Gula       Ini merupakan tablet tablet kempa yang terdiri dari penyalut gula. Tujuan penyalutan ini adalah untuk melindungi obat dari udara dan kelembapan serta member rasa atau untuk menghindarkan gangguan dalam pemakaiannya akibat rasa atau bau bahan obat. Contohnya : Pahezon, Arcalion . l) Tablet Salut Selaput        Tablet ini disalut dengan selaput yang tipis yang akan larut atau hancur di daerah lambung usus. Contohnya : Fitogen. m) Tablet Hisap Digunakan untuk pengobatan local disekitar mulut. Contohnya : Ester C, Biovision Kids Tablet yang disalut dengan lapisan yang tidak atau hancur dilambung tapi di usus. contoh : Voltaren 50 mg, Enzymfora

a. Kelebihan

• Lebih mudah disimpan • Memiliki usia pakai yang lebih panjang dibanding obat bentuk lainnya • Bentuk obatnya lebih praktis • Konsentrasi yang bervariasi. • Dapat dibuat tablet kunyah dengan bahan mentol dan gliserin yang dapat larut dan        rasa yang enak, dimana dapat diminum, atau memisah dimulut. • Untuk anak-anak dan orang-orang secara kejiwaan, tidak mungkin menelan tablet,        maka tablet tersebut dapat ditambahkan penghancur, dan pembasah dengan air            lebih dahulu untuk pengolahannya. • Tablet oral mungkin mudah digunakan untuk pengobatan tersendiri dengan bantuan      segelas air. • Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal                            ditenggorokan, terutama bila tersalut yang memungkinkan pecah/hancurnya tablet      tidak segera terjadi. • Tablet merupakan bentuk sediaan yang ongkos pembuatannya paling rendah. • Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh dan menawarkan kemampuan yang          terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas          kandungan yang paling lemah. • Secara umum, bentuk pengobatan dangan menggunakan tablet lebih disukai karena      bersih, praktis dan efisien. • Sifat alamiah dari tablet yaitu tidak dapat dipisahkan, kualitas bagus dan dapat             dibawa kemana-mana, bentuknya kompak, fleksibel dan mudah pemberiannya. • Tablet tidak mengandung alcohol • Tablet dapat dibuat dalam berbagai dosis.


b. Kekurangan : • Warnanya cenderung memberikan bahaya. • Tablet dan semua obat harus disimpan diluar jangkauan anak-anak untuk menjaga        kesalahan karena menurut mereka tablet tersebut adalah permen. • Orang yang sukar menelan atau meminum obat. • Keinginan konsumen beda dengan yang kita buat/produk. • Beberapa obat tidak dapat dikepek menjadi padat dan kompak.


          Kapsul menjadi salah satu sediaan farmasi yang diproduksi oleh industri maupun apotek. Kapsul didefinisikan sebagai sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. Cangkang dapat dibuat dari pati, gelatin, atau bahan lainnya yang sesuai. Kapsul telah digunakan sejak abad 19. Salah satu masalah farmasis yang muncul pada abad 19 adalah rasa dan bau yang tidak enak dari obat herbal, sediaan dan pelayanan yang kurang baik bagi pasien. Banyak sediaan baru diciptakan agar obat lebih enak dikonsumsi. Sediaan yang paling diminati adalah kapsul gelatin. Kapsul gelatin pertama kali di patenkan oleh F.A.B .Mothes , mahasiswa dan Dublanc, seorang farmasis . Paten mereka diperoleh pada tahun 1834, meliputi metode untuk memproduksi kapsul gelatin yang terdiri dari satu bagian , berbentuk lonjong, ditutup dengan setetes larutan pekat gelatin panas sesudah diisi. Penggunaan kapsul gelatin ini menyebar bahkan diproduksi oleh banyak Negara di eropa dan amerika. Kapsul gelatin memiliki banyak keunggulan dibanding sediaan obat lainnya. Kapsul gelatin tidak berbau, tidak berasa dan mudah digunakan karena saat terbasahinya oleh air liur akan segera diikuti daya bengkak dan daya larut airnya. Pengisian ke dalam kapsul disarankan untuk obat yang memiliki rasa yang tidak enak atau bau yang tidak enak. Kapsul yang dimpan dalam lingkungan yang kering menunjukkan dayha tahan dan kemantapan penyimpanan yang baik dan dengan teknologi modern, pembuatannya lebih mudah dan cepat serta ketepatan dosis lebih tinggi daripada tablet. Cara pengisian kapsul juga tidak perlu memperhitungkan adanya perubahan sifat material asalnya dan pelepasan zat aktifnya. Selain gelatin, cangkang kapsul juga dapat dibuat dari pati dan tepung gandum dan digunakan untuk mewadahi bahan obat berbentuk serbuk. Kapsul pati ini, memiliki silinder tertutup satu muka atau mangkuk kecil (garis tengah 15-25 mm dan tinggi 10 mm). Walaupun tercantum dalam farmakope, tapi peranannya sampai saat ini tidak ada.


Kelebihan kapsul
1. Cukup stabil dalam penyimpanan dan transportasi
2. Dapat menutupi rasa dan bau yang tidak enak
3. Tepat untuk obat yang teroksidasi dan mempunyai bau dan rasa yang tidak enak
4. Bentuk kapsul mudah ditelan dibanding bentuk tablet
5. Bentuknya lebih praktis dan menarik.
6. Bahan obat dapat cepat hancur dan larut di dalam perut sehingga dapat segera             diabsorpsi
7. Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
8. Dokter dapat mengkombinasikan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda-           beda sesuai kebutuhan pasien.
9. Kapsul dapat diisi dengan cepat karena tidak memerlukan bahan                                   tambahan/pembantu seperti pada pembuatan pil dan tablet

1. Cukup stabil dalam penyimpanan dan transportasi

2. Dapat menutupi rasa dan bau yang tidak enak

3. Tepat untuk obat yang teroksidasi dan mempunyai bau dan rasa yang tidak enak

4. Bentuk kapsul mudah ditelan dibanding bentuk tablet

5. Bentuknya lebih praktis dan menarik.

6. Bahan obat dapat cepat hancur dan larut di dalam perut sehingga dapat segera diabsorpsi

7. Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari

8. Dokter dapat mengkombinasikan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda-beda sesuai kebutuhan pasien.

9. Kapsul dapat diisi dengan cepat karena tidak memerlukan bahan tambahan/pembantu seperti pada pembuatan pil dan tablet.


1. Cukup stabil dalam penyimpanan dan transportasi 2. Dapat menutupi rasa dan bau yang tidak enak 3. Tepat untuk obat yang teroksidasi dan mempunyai bau dan rasa yang tidak enak 4. Bentuk kapsul mudah ditelan dibanding bentuk tablet 5. Bentuknya lebih praktis dan menarik. 6. Bahan obat dapat cepat hancur dan larut di dalam perut sehingga dapat segera             diabsorpsi 7. Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari 8. Dokter dapat mengkombinasikan beberapa macam obat dan dosis yang berbeda-beda sesuai kebutuhan pasien. 9. Kapsul dapat diisi dengan cepat karena tidak memerlukan bahan                                    tambahan/pembantu seperti pada pembuatan pil dan tablet.

Kekurangan :
1. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang mudah menguap karena pori-pori kapsul tidak dapat menahan penguapan.
2. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang higroskopis (menyerap lembab).
3. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang dapat bereaksi dengan cangkang kapsul.
4. Tidak dapat diberikan untuk balita.
5. Tidak bisa dibagi-bagi.
1. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang mudah menguap karena pori-pori kapsul tidak dapat menahan penguapan. 2. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang higroskopis (menyerap lembab). 3. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang dapat bereaksi dengan cangkang kapsul. 4. Tidak dapat diberikan untuk balita. 5. Tidak bisa dibagi-bagi. 1. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang mudah menguap karena pori-pori kapsul tidak dapat menahan penguapan. 2. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang higroskopis (menyerap lembab). 3. Tidak dapat digunakan untuk zat-zat yang dapat bereaksi dengan cangkang kapsul. 4. Tidak dapat diberikan untuk balita. 5. Tidak bisa dibagi-bagi. Kaplet (kapsul tablet) adalah bentuk tablet yang dibungkus dengan lapisan gula dan biasanya diberi zat warna yang menarik.
Ø Kelebihan dan Kekurangan Kaplet
v Kelebihan :
a. Bentuk tablet lebih menarik
b. Kaplet mungkin mudah digunakan untuk pengobatan tersendiri dengan bantuan segelas air.
a. Bentuk tablet lebih menarik b. Kaplet mungkin mudah digunakan untuk pengobatan tersendiri dengan bantuan segelas air. a. Bentuk tablet lebih menarik b. Kaplet mungkin mudah digunakan untuk pengobatan tersendiri dengan bantuan segelas air.v Kekurangan :
a. Kaplet dan semua obat harus disimpan diluar jangkauan anak-anak untuk menjaga kesalahan karena menurut mereka kaplet tersebut adalah permen.
b. Orang yang sukar menelan atau meminum obat.
a. Kaplet dan semua obat harus disimpan diluar jangkauan anak-anak untuk menjaga kesalahan karena menurut mereka kaplet tersebut adalah permen. b. Orang yang sukar menelan atau meminum obat. a. Kaplet dan semua obat harus disimpan diluar jangkauan anak-anak untuk menjaga kesalahan karena menurut mereka kaplet tersebut adalah permen. b. Orang yang sukar menelan atau meminum obat.Pengertian lainnya yaitu merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.d) Tablet Trikuratf) Tablet Sublingualn) Tablet Salut Enteric

2. Obat Kapsul1. Kelebihan dan Kekurangan Kapsul


3. Obat Kaplet
        Bentuk dragee ini selain supaya bentuk tablet lebih menarik juga untuk melindungi obat dari pengaruh kelembapan udara atau untuk melindungi obat dari keasaman lambung. Kaplet pun merupakan sedian padat kompak dibuat secara kempa cetak, bentuknya oval seperti kapsul.

ALKES

Alat Kesehatan  

Pengertian
          Berdasarkan Undang-Undang RI No.23 tahun 1992 tentang kesehatan yang dimaksud dengan Alat Kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin, implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia dan atau untuk membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
Contoh - contoh alat kesehatan antara lain :
·         peralatan kimia klinik dan toksikologi klinik
·         peralatan hematologi dan patologi
·         peralatan imunologi dan mikrobiologi
·         peralatan anestesi
·         peralatan kardiologi, dan lain-lain

Alat alat pembalut

Alat pembalut adalah alat untuk membalut, menutupi sesuatu biasanya luka pada tubuh. Yang termasuk golongan alat pembalut adalah :
1.    PLESTER
Plester terbagi atas 4 golongan yaitu : autoclave tape, sutures tape, medicinal tape, dan surgical tape.
a.  Autoclave tape merupakan plester yang digunakan untuk mengontrol keadaan mesin sterilisasi, untuk membedakan kemasan atau alat mana yang telah mengalami proses sterilisasi, mana yang belum (sebagai indicator.
b.    Sutures tape adalah plester yang digunakan untuk menutup luka di kulit.
c.   Medicinal tape adalah plester obat,dimana plester ini mengandung obat. Misalnya salonpas.
d.   Surgical tape adalah plester yang digunakan dalam pembedahan yang tidak meninggalkan residuatau apabila dilepaskan setelah menempel tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak menyebabkan gatal-gatal dan alergisepertimicropore.
2.    GAAS (KASA)
Yang termasuk dalam golongan kasa adalah :
a.    Kasa steril atau kain kasa hidrofil sterilKegunaannya adalah untuk menutup luka, untuk menghindari kontaminasi.
b.    Dressing (perban yang mempunyai ukuran pendek)Kegunaannya adalah sebagai penutup steril daerah insisi sebelum dilakukan operasi (pembedahan).
c.    Gaas yang mengandung bahan obat
Dalam perdagangan dikenal Sofratulle, Daryantulle, Bacti-gras, dll.
3.    PERBAN (PEMBALUT)
Yang termasuk golongan perban adalah :
a.    Kasa hidrofil
Berupa gulungan kain kasa yang panjang dan ukuran lebarnya 75 cm dan panjangnya 42 yard. Adapula yang berupa gulungan kecil dengan ukuran 4x3, 4x4, 4x5, dst, yang berarti panjangnya 4 yard dan lebarnya masing-masing 3 cm, 4 cm, 5 cm, dst.
b.    Pembalut elastic Misalnya Tensocrepe, Coban, Dynaflex.
c.    Pembalut yang mengandung obat Pabrik seton memproduksi pembalut yang mengandung obat, diantaranya Zincaband (mengandung pasta zinci), Ichtaband (mengandung pasta zinci dan ichtamol).
d.   Pembalut leherKegunaannya untuk menopang kepala dan membatasi gerak dari tulang leher.
e.    Pembalut gips (Plester of Paris)
Sebelum pasien diberi pembalut gips, maka bagian tubuh tersebut diberi lapisan kain yang terbuat dari bahan non woven yang dikenal dengan nama velband, softbann.
f.     DaryanetTerutama digunakan di bagian tubuh yang sulit tanpa membutuhkan plester.

Alat alat perawatan
Alat perawatan adalah alat yang digunakan untuk merawat si sakit baik di rumah maupun di rumah sakit. Yang akan diuraikan disini adalah:
a.       SANKEN-MAT
b.      COLD HOT PACK
c.       Botol panas (WARM WATERZAK)
d.      Kantung es (IJSKAP)
e.       HEATING PAD
f.       SKIN TRACTION KIT
g.      KRUK atau CRUTCHES
h.      Borstpomp
i.        Tepelhoed
j.        Windring

a.       SANKEN- MAT
Adalah nama paten sebuah mattress (kasur, bolsak) buatan Jepang, yang dilengkapi dengan Air Flow Regulator, sehingga berguna untuk menghilangkan bau dan sebagai pencegahan/ pengobatan terhadap BEDSORE, terutama pada pasien yang harus tiduran terus. Kasur ini dapat dicuci, disikat dan mudah dikeringkan.
Selain itu juga terdapat VACUUM RESCUE MATRESS, yaitu alat sejenis tandu berlapiskan kasur plastic PVC yang mempunyai keistimewaan khusus:
Semua bagian tubuh bila ditaruh diatas kasur tersebut dengan mudah dan seakan- akan dibidai (dispalk), tidak dapat berubah- ubah posisi, tidak dapat bergerak-gerak. Sangat berguna apabila terjadi suatu kecelakaan yang menyebabkan pasien patah tulang atau persendiannya tergeser. Mattress ini dapat ditembusi sinar- X.

b.      COLD HOT PACK

Cold hot pack adalah sebuah kantong berukuran 4,25” X 10,5” atau kira- kira  10,5 cm X 26 cm, yang berisikan gel yang membuat alat tersebut elastic dan fleksibel. Kegunaannya: sebagai pengganti botol panas dan kantung es.

c.       WARM –WATER- ZAK.

Warm water zak berarti kantung berisi air panas. Ada juga yang menyebutnya BOTOL PANAS. Yang umum terdapat di apotek adalah kantung yang terbuat dari karet.

d.      IJSKAP.

Dalam bahasa Inggris disebut ICE BAG. Umumnya berbentuk bulat, terbuat dari bahan karet dengan tutup di tengahnya. Kegunaannya: untuk kompres dingin apabila demam.


2. Alat yang digunakan untuk tempat perawatan alat-alat lainnya
-    INSTRUMEN TRAY
Wadah atau tempat untuk menyimpan dan menruh alat-alat atau instrument bedah
    IJSKAP.

Dalam bahasa Inggris disebut ICE BAG. Umumnya berbentuk bulat, terbuat dari bahan karet dengan tutup di tengahnya. Kegunaannya: untuk kompres dingin apabila demam.

e.       HEATING PAD

Alat ini berupa kantung yang dilengkapi kasa dan kabel dan digunakan secara elektris. Gunanya untuk menghangatkan badan bila kedinginan..

f.       SKIN TRACTION KIT

Skin traction kit adalah perlengkapan yang digunakan untuk mencegah imobilisasi persendian yang terluka atau meradang, atau pada patah tulang/ dislokasi tulang. Dilengkapi dengan Elastik  bandage (ELSET) dan tali untuk menggantungkan kaki atau mengikatkannya agar tidak berubah tempat. Tersedia untuk dewasa dan anak-anak.

g.      KRUK atau CRUTCHES

Adalah tongkat penyangga tubuh yang digunakan pada pasien yang mengalami gangguan/ cedera/ pasca operasi pada kakinya. Terbuat dari bermacam- macam bahan seperti kayu, aluminium, dan campuran kayu dan logam.



h.      BORST-POMP

Dalam bahasa Indonesia disebut POMPA SUSU. Dalam bahasa Inggris disebut: BREAST PUMP AND RELIEVER. Kegunaanya: untuk membantu memompa air susu keluar dari buah dada wanita yang sedang menyusui dikarenakan produksi air susunya terlalu banyak.

i.        TEPELHOED

Tepelhoed dalam bahasa Indonesia disebutnya: Pelindung Puting susu. Dalam bahasa Inggris disebut: NIPPLE SHIELDS.
Kegunaannya: apabila puting susu wanita yang sedang menyusui itu luka/terluka, maka untuk dapat menyusukan bayinya, puting susunya diberi alat tersebut dan si bayi mengisap air susu ibunya melalui alat tersebut.



j.        WINDRING

Windring atau Air Cushion adalah alat yang dibuat dari karet berbentuk lingkaran seperti ban dalam mobil., berdiameter 40 cm bagian luarnya, sedangkan diameter bagian dalamnya 13,5 cm.
Kegunaannya: sebagai tempat duduk mereka yang menderita penyakit wasir atau ambeien.